TUBUH SAKIT BERAWAL DARI SAKIT DI HATI
Dari sebuah sumber yang saya baca, sakit di badan baik yang berat ataupun ringan itu berawal dari perasaan kita yang lagi sakit. Terlepas dari benar apa gak nya itu, menurut hemat saya statement itu ada benarnya juga. Readers sendiri pasti juga berpendapat sama dengan saya bukan? Dimana kalo hati kita sedang merasa senang, pasti akan jarang terkena penyakit yang serius. Sangat jarang orang yang hatinya lagi senang itu sedang dalam keadaan sakit.
Dari hasil penelitian, karna pengalaman kecewa otak kita akan mempompa keluar kortisol, epinefrin, beserta hormone stress lainnya dalam jumlah yang terbatas. Ini merupakan sebuah reaksi terhadap situasi yang tengah kita rasakan. Tetapi, jika situasinya berakumulasi dalam waktu yang agak-agak panjang, maka akan menjadi ancaman buat bodi kita.
Kortisol merupakan hormone yang diproduksi oleh ginjal yang bertugas untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Andaikata kortisol meluap di tubuh, maka hormone ini akan memberi tahu otak untuk mengirim lebih banyak darah ke otot. Dan otot akan menjadi tegang, maka kita pun akan merasakan ngilu disekujur badan. Dan kalau darah yang dikirim ke otot tersebut terlalu banyak, maka akan terjadi pembengkakan otot yang efeknya bisa membuat sakit kepala, leher kaku, dan dada terasa di remas-remas. Hormon inilah yang mengalihkan darah dari laju pencernaan. Intinya hal ini akan membuat kita merasa tidak nyaman alias ‘gak enak badan’.
Hal yang lebih parah, jika hormone ini sudah menyumbat system kekebalan tubuh, maka tubuh akan rentan terhadap bakteri dan virus yang akibatnya kram pada perut, gak nafsu makan, serta diare serius.
Jika hal ini berawal dari “Patah Hati”? Jika readers punya kepribadian adiktif, biasanya tubuh akan jadi gemetar. Karena area otak sangat erat hubungannya dengan hasrat dan kecancuan yang sedang aktif. Jadi, cara terbaik untuk menghilangkan sakit hati adalah dengan berolah raga. Karena dengan berolah raga otak akan melepaskan hormone yang memberikan rasa tenang dan rasa sakit. Atau bisa juga dengan melakukan relaksasi seperti bernapas dalam-dalam dengan hitungan teratur. Semoga bermanfaat & Selamat mencoba!! ;D
20100531
20100530
PERBANDINGAN ANTARA PUSAT DOKUMENTASI DENGAN PUSAT ASRIP
PENGERTIAN DOKUMEN
Tungpalan (1983) mengatakan bahwa “Dokumen adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam persoalan hukum“. Sedangkan dokumentasi adalah suatu proses / pekerjaan mencatat atau merekam informasi mulai dari pembuatan, distribusi, dan yutidisasi. Dilihat dari segi kepustakawanannya dokumentasi berarti : dari segi penyimpanan, penelitian, pendidikan, informasi, dan kultural.
Istilah dokumentasi telah mengalami perubahan makna sejak dikenalkan pertama kali pada tahun 1895. Ketika itu dokumentasi berarti pengawasan bibliografi yang artinya usaha pencatatan setiap buku yang diterbitkan.
Dokumen / naskah ini terdiri dari dua bentuk, yaitu:
1. Dokumen dalam bentuk hardcopy / hasil cetakan, seperti yang biasa kita lihat pada kertas.
2. Dokumen dalam bentuk softcopy yaitu dalam bentuk yang tidak bisa dilihat oleh manusia secara langsung dan untuk menggunakannya memerlukan alat bantu, seperti penyimpanan data pada file di disket atau alat penyimpan lainnya, penggunaannya harus dibantu dengan komputer.
PRINSIP PENCATATAN / DOKUMENTASI
Prinsip pencatatan dari segi isi :
1. Mengandung Nilai Administratif
2. Mengandung Nilai Hukum
3. Mengandung Nilai Keuangan
PENGERTIAN ARSIP
Arsip berasal dari kata Yunani “Archetion” yang berarti kantor atau office. Schellenberg member definisi arsip sebagai berkas pranata umum maupun swasta yang dinilai perlu disimpan secara permanen untuk tujuan acuan dan penelitian yang disimpan di lembaga kearsipan.
Arsip adalah segala sesuatu yang tertulis, bergambar dan terekam yang berisikan penjelasan mengenai suatu hal atau informasi dari suatu peristiwa yang digunakan untuk membantu ingatan dan/atau dapat dijadikan pedoman . Berpatokan pada fungsi arsip, maka untuk dapat digunakan atau dibaca kembali sebuah arsip harus dikelola sedemikian rupa sehingga nantinya dapat memberikan kemudahan saat akan digunakan kembali.
Fungsi utama Arsip, yaitu :
1. Berkas arsip tidak dapat dipinjamkan untuk dibawa pulang melainkan hanya boleh dibaca di tempat setelah mendapat izin pihak yang berwenang.
2. Berkas arsip tidak ditulis oleh pengarang.
3. Berkas arsip dianggap sebagai sumber orisinil atau primer bagi sebuah penelitian.
4. Bila berkas arsip rusak, maka materi arsip yang rusak itu tidak dapat diganti ataupun diperoleh di tempat lain.
5. Pengkatalogan dan pengklasifikasian berkas arsip berbeda dengan dokumentasi.
6. Arsiparis umumnya menyusun berkas arsip menurut sistem inventaris, kalender, maupun indeks berkas.
7. Berkas arsip tidak pernah dipinjam keluar dari lembaga kearsipan.
8. Lembaga kearsipan lebih mengarah kepada materi yang belum pernah diterbitkan, seringkali disebut sumber primer ataupun sumber asli.
Pada dasarnya pusat dokumentasi dan pusat arsip sama – sama berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi tentang suatu objek atau peristiwa yang terjadi yang sewaktu – waktu diperlukan dapat digunakan sebagai bukti atau pedoman bagi masyarakat yang memerlukannya. Bedanya kebanyakan dokumen mengandung nilai hukum sedangkan arsip biasanya tidak.
Dari hal-hal yang telah ditulis oleh penulis, maka dapat ditarik kesimpulan perbedaan antara Pusat Arsip dengan Pusat Dokumentasi, yaitu :
1. Pusat Dokumentasi
- Pusat Dokumentasi dapat dicontohkan dengan lembaganya yaitu Museum yang terdiri dari penemuan benda – benda sejarah seperti patung, ukiran, foto, fosil, dan sebagainya.
- Pada Pusat Dokumentasi ini lebih menitik beratkan kepada bentuk film dan mikrofilm.
2. Pusat Arsip
- Pusat Arsip biasa disebut dengan Lembaga Kearsipan dan disini hanya bekerja untuk mengelompokkan berkas – berkas dari lembaga / departemen yang disimpan secara permanen untuk tujuan penelitian.
- Arsip juga biasa disebut dengan pekerjaan catat – mencatat.
- Yang bekerja di Lembaga Kearsipan atau yang bertugas untuk mengurusi arsip disebut dengan “Arsiparis”, sedangkan di Pusat Dokumentasi hal ini tidak pernah dijumpai.
Maka dari pemaparan diatas dapat dilihat dengan jelas perbedaan antara Pusat Dokumentasi dengan Pusat Arsip dimana keduanya memiliki peran dan fungsi masing – masing.
PERBANDINGAN ANTARA PUSAT INFORMASI DENGAN PUSAT REFERRAL
PENGERTIAN REFERRAL
Referral bisa diartikan sebagai sebutan untuk seseorang yang bergabung dengan suatu komunitas, organisasi, atau perkumpulan lainnya berdasarkan undangan atau ajakan orang lain. Lawan kata dari istilah referral adalah referrer. Istilah referral paling banyak digunakan dalam bidang marketing dan advertising (periklanan). Salah satu teknik untuk melakukan pemasaran (termasuk periklanan) secara online adalah dengan meletakkan personal link diatas halaman HTML, seperti newsletter, email, atau bentuk lainnya.
Pusat Referral adalah suatu pusat pemasaran secara online dimana informasi yang disediakan disini dapat diakses oleh semua orang secara cepat dan mudah melalui jaringan internet.
PENGERTIAN PUSAT INFORMASI
Salah satu pusat informasi adalah perpustakaan. Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca dan bukan untuk dijual. Tujuan pendirian perpustakaan adalah untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat ( Long life education ).
Peranan Perpustakaan sebagai berikut :
- Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
- Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
- Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
- Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
Berperan sebagai agen perubah, pembangunan, dan kebudayaan manusia. Fungsi perpustakaan adalah sebagai pusat informasi, pusat pendidikan, rekreasi,dan sebagainya.
Pada dasarnya pusat informasi dan pusat referral memiliki peranan yang sama bagi masyarakat. Hanya saja bedanya terdapat pada informasi yang tersedia di pusat informasi ruang lingkupnya lebih luas karena menyediakan beraneka ragam informasi untuk masyarakat, sedangkan Pusat Referral menyediakan informasi tentang pemasaran kepada masyarakat ataupun khalayak ramai secara online dan bersifat komersil.
PENGERTIAN DOKUMEN
Tungpalan (1983) mengatakan bahwa “Dokumen adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam persoalan hukum“. Sedangkan dokumentasi adalah suatu proses / pekerjaan mencatat atau merekam informasi mulai dari pembuatan, distribusi, dan yutidisasi. Dilihat dari segi kepustakawanannya dokumentasi berarti : dari segi penyimpanan, penelitian, pendidikan, informasi, dan kultural.
Istilah dokumentasi telah mengalami perubahan makna sejak dikenalkan pertama kali pada tahun 1895. Ketika itu dokumentasi berarti pengawasan bibliografi yang artinya usaha pencatatan setiap buku yang diterbitkan.
Dokumen / naskah ini terdiri dari dua bentuk, yaitu:
1. Dokumen dalam bentuk hardcopy / hasil cetakan, seperti yang biasa kita lihat pada kertas.
2. Dokumen dalam bentuk softcopy yaitu dalam bentuk yang tidak bisa dilihat oleh manusia secara langsung dan untuk menggunakannya memerlukan alat bantu, seperti penyimpanan data pada file di disket atau alat penyimpan lainnya, penggunaannya harus dibantu dengan komputer.
PRINSIP PENCATATAN / DOKUMENTASI
Prinsip pencatatan dari segi isi :
1. Mengandung Nilai Administratif
2. Mengandung Nilai Hukum
3. Mengandung Nilai Keuangan
PENGERTIAN ARSIP
Arsip berasal dari kata Yunani “Archetion” yang berarti kantor atau office. Schellenberg member definisi arsip sebagai berkas pranata umum maupun swasta yang dinilai perlu disimpan secara permanen untuk tujuan acuan dan penelitian yang disimpan di lembaga kearsipan.
Arsip adalah segala sesuatu yang tertulis, bergambar dan terekam yang berisikan penjelasan mengenai suatu hal atau informasi dari suatu peristiwa yang digunakan untuk membantu ingatan dan/atau dapat dijadikan pedoman . Berpatokan pada fungsi arsip, maka untuk dapat digunakan atau dibaca kembali sebuah arsip harus dikelola sedemikian rupa sehingga nantinya dapat memberikan kemudahan saat akan digunakan kembali.
Fungsi utama Arsip, yaitu :
1. Berkas arsip tidak dapat dipinjamkan untuk dibawa pulang melainkan hanya boleh dibaca di tempat setelah mendapat izin pihak yang berwenang.
2. Berkas arsip tidak ditulis oleh pengarang.
3. Berkas arsip dianggap sebagai sumber orisinil atau primer bagi sebuah penelitian.
4. Bila berkas arsip rusak, maka materi arsip yang rusak itu tidak dapat diganti ataupun diperoleh di tempat lain.
5. Pengkatalogan dan pengklasifikasian berkas arsip berbeda dengan dokumentasi.
6. Arsiparis umumnya menyusun berkas arsip menurut sistem inventaris, kalender, maupun indeks berkas.
7. Berkas arsip tidak pernah dipinjam keluar dari lembaga kearsipan.
8. Lembaga kearsipan lebih mengarah kepada materi yang belum pernah diterbitkan, seringkali disebut sumber primer ataupun sumber asli.
Pada dasarnya pusat dokumentasi dan pusat arsip sama – sama berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi tentang suatu objek atau peristiwa yang terjadi yang sewaktu – waktu diperlukan dapat digunakan sebagai bukti atau pedoman bagi masyarakat yang memerlukannya. Bedanya kebanyakan dokumen mengandung nilai hukum sedangkan arsip biasanya tidak.
Dari hal-hal yang telah ditulis oleh penulis, maka dapat ditarik kesimpulan perbedaan antara Pusat Arsip dengan Pusat Dokumentasi, yaitu :
1. Pusat Dokumentasi
- Pusat Dokumentasi dapat dicontohkan dengan lembaganya yaitu Museum yang terdiri dari penemuan benda – benda sejarah seperti patung, ukiran, foto, fosil, dan sebagainya.
- Pada Pusat Dokumentasi ini lebih menitik beratkan kepada bentuk film dan mikrofilm.
2. Pusat Arsip
- Pusat Arsip biasa disebut dengan Lembaga Kearsipan dan disini hanya bekerja untuk mengelompokkan berkas – berkas dari lembaga / departemen yang disimpan secara permanen untuk tujuan penelitian.
- Arsip juga biasa disebut dengan pekerjaan catat – mencatat.
- Yang bekerja di Lembaga Kearsipan atau yang bertugas untuk mengurusi arsip disebut dengan “Arsiparis”, sedangkan di Pusat Dokumentasi hal ini tidak pernah dijumpai.
Maka dari pemaparan diatas dapat dilihat dengan jelas perbedaan antara Pusat Dokumentasi dengan Pusat Arsip dimana keduanya memiliki peran dan fungsi masing – masing.
PERBANDINGAN ANTARA PUSAT INFORMASI DENGAN PUSAT REFERRAL
PENGERTIAN REFERRAL
Referral bisa diartikan sebagai sebutan untuk seseorang yang bergabung dengan suatu komunitas, organisasi, atau perkumpulan lainnya berdasarkan undangan atau ajakan orang lain. Lawan kata dari istilah referral adalah referrer. Istilah referral paling banyak digunakan dalam bidang marketing dan advertising (periklanan). Salah satu teknik untuk melakukan pemasaran (termasuk periklanan) secara online adalah dengan meletakkan personal link diatas halaman HTML, seperti newsletter, email, atau bentuk lainnya.
Pusat Referral adalah suatu pusat pemasaran secara online dimana informasi yang disediakan disini dapat diakses oleh semua orang secara cepat dan mudah melalui jaringan internet.
PENGERTIAN PUSAT INFORMASI
Salah satu pusat informasi adalah perpustakaan. Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca dan bukan untuk dijual. Tujuan pendirian perpustakaan adalah untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat ( Long life education ).
Peranan Perpustakaan sebagai berikut :
- Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
- Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
- Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
- Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
Berperan sebagai agen perubah, pembangunan, dan kebudayaan manusia. Fungsi perpustakaan adalah sebagai pusat informasi, pusat pendidikan, rekreasi,dan sebagainya.
Pada dasarnya pusat informasi dan pusat referral memiliki peranan yang sama bagi masyarakat. Hanya saja bedanya terdapat pada informasi yang tersedia di pusat informasi ruang lingkupnya lebih luas karena menyediakan beraneka ragam informasi untuk masyarakat, sedangkan Pusat Referral menyediakan informasi tentang pemasaran kepada masyarakat ataupun khalayak ramai secara online dan bersifat komersil.
Langganan:
Komentar (Atom)